Deteksi Mesin dengan Busi

Salah satu cara yang cukup gampang untuk mendeteksi gangguan atau kelainan pada kendaraan adalah dengan melihat busi keadaan busi dari kendaraan tersebut. Dengan melihat beberapa kelainan yang terdapat pada busi kendaraan bermotor kita dapat mengenali kondisi mesin, karena beberapa kerusakan pada mesin atau gangguan pada mesin kendaraan akan tergambar pada busi yang digunakan.

Berikut ini beberapa keadaan yang terdapat pada busi kendaraan dan gangguan yang mungkin dialami oleh mesin kendaraan tersebut berdasarkan hasil observasi kita terdapat pada busi:

  1. Normal: Warna abu-abu merata atau merah bata dari ujung elektroda sampai selongsong busi. Kalau ada warna abu-abu muda, maka settingan karburator terlalu irit bensin. Kalau ada warna gelap atau hitam pekat, maka setingan karburator terlalu boros bensin.
  2. Basah: Ujung busi basah, basahnya ini basah oli bukan bensin, maka ada yang bocor di mesin kita, bisa dari ring piston goyang, bos klep bocor atau oli mesin terlalu banyak hingga seal klep kalah/bocor. Oli ini ikut terbakar di ruang pembakaran mesin dan meninggalkan sisa basah oli. Biasanya pada motor 2-tak disebabkan karena terlalu banyaknya campuran oli samping.
  3. Tertutup Kerak: Hal ini disebabkan karena kualitas bahan bakar yang kita pakai jelek, ada campuran kotoran, atau sudut pengapian yang terlalu maju, dan bisa jadi salah pilih jenis busi.
  4. Rata dengan keramik: Ini artinya businya udah kebanyakn diamplas jadi udah abis, beli lagi donk yang baru, cuma Rp. 10.000 per biji.
  5. Cacat/Rusak: Artinya bensin yang kita pakai jelek sehingga terjadi gejala detonasi (nglitik) atau jarak elektroda busi terlalu jauh. Makanya beli bensin harus pilih-pilih, jangan asal cepat, nggak antri. Tapi jangan kira juga loh kalau di SPBU bensinnya bagus, ada juga SPBU yang nakal, nyampur bensin + minyak tanah. Coba sekali-kali cek kondisi bensin yang kita beli.
  6. Penuh Bulu Putih: Ini artinya ada cairan radiator yang bocor dan ikut terbakar di ruang pembakaran mesin.
  7. Meleleh: Ini artinya busi menyala sebelum waktunya disebabkan nilai oktan bensin yang terlalu jelek/rendah, derajat pengapian terlalu maju atau mesin terlalu panas.
  8. Mengkilap: Busi basah karena sisa bensin yang tidak ikut terbakar, bukan oli. Ini artinya settingan karburator kurang pas, terlalu boros. Atau bisa juga salah pilih jenis busi, kurang dingin.

Sumber: Berbagai Sumber

Satu komentar untuk “Deteksi Mesin dengan Busi”

  1. Deteksi Mesin dengan Busi | WAROENG ILMOE berkata:

    [...] : http://otomotif.heryantony.com/2010/10/deteksi-mesin-dengan-busi/ … other posts by [...]

Beri Komentar